EventBersepeda untuk Anak Panyandang Kanker

Bersepeda untuk Anak Panyandang Kanker

Candi Borobudur masih menjadi daya tarik besar menggaet wisatawan. Kawasan Borobudur juga sering digelar sejumlah event minat khusus, termasuk touring sepeda untuk menarik wisatawan. Foto: Dokumentasi Kompas Bike

Menyebut sakit kanker, bayangan setiap orang selalu mengerikan. Penyakit yang diderita itu sungguh serius, dan berbahaya. Pengobatannya pun membutuhkan waktu lama, dan menghabiskan biaya besar dengan tingkat kesembuhannya pun sulit dipastikan. Tidak sedikit keluarga prasejahtera menderita penyakit mematikan ini.

Itu sebabnya, Jelajah Bike, perusahaan penyelenggara event olahraga berinisiatif menggelar touring sepeda amal di kawasan Borobudur dan sekitarnya pada 19 Maret 2022. Dalam event diberi nama Susur Borobudur tersebut, para peserta selain berolahraga dan berwisata, tetapi juga akan menggalang donasi secara online khusus untuk pengobatan anak penyandang kanker dari keluarga prasejahtera.

Penggalangan donasi atas kerjasama dengan kitabisa.com. Setiap peserta mendapatkan link kitabisa.com dari panitia. Melalui link itu mereka mengajak keluarga, sahabat, teman dan semua orang baik untuk berdonasi. Kitabisa.com adalah platform untuk menggalang dana dan berdonasi secara online.

Dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Yayasan Anyo Indonesia (YAI). Lembaga yang berkedudukan di Jakarta tersebut selama ini fokus mengurusi anak penyandang kanker dari keluarga prasejahtera.

“Kami senang sekali Jelajah Bike berinisiatif menggerakkan para pesepeda berdonasi untuk pengobatan anak penyandang kanker dari keluarga prasejahtera. Semoga banyak orang terlibat dan ikut berdonasi sehingga kita bersama-sama membantu pengobatan anak-anak penyandang kanker dari keluarga prasejahtera,” kata Sabar Manullang, pendiri Yayasan Anyo Indonesia.

Penyakit kanker sesungguhnya dapat disembuhkan. Yang terpenting diobati secara teratur. Penderita pun wajib menjalani terapi dengan penuh disiplin dan telaten. Intinya, jangan kehilangan harapan.

Khusus untuk pengobatan memang membutuhkan biaya cukup besar. Apalagi tidak semua item pengobatan tertangani melalui BPJS Kesehatan. Belum lagi penderita harus dirujuk ke Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta. Ini yang selalu menjadi kendala bagi keluarga prasejahtera.

“Selama ini Yayasan Anyo Indonesia berusaha membantu pengobatan pasien, menyediakan tempat inap untuk pasien dan keluarga pasien dan hal lain yang dibutuhkan. Kami selalu berusaha sekuat tenaga untuk meringankan penderitaan pasien dan keluarganya,” tambah Manullang.

Tempat inap itu adalah Rumah Anyo. Ini adalah rumah tinggal sementara bagi pasien kanker anak berusia 0-18 tahun. Lokasinya di kawasan Slipi, Jakarta Barat, tidak jauh dari RS Kanker Dharmais dan RSAB Harapan Kita. Setiap pasien wajib didampingi satu anggota keluarga yang sudah dewasa. Makanan dan kebutuhan harian bagi pasien dan pendampingnya difasilitasi Rumah Anyo.

Selalu bersinergi

Olahraga, wisata dan kesehatan selalu terkait erat dengan kehidupan setiap orang dalam setiap hari. Ketiganya dapat dipadukan dalam satu momentum sekaligus memberi manfaat yang besar bagi umat manusia.

Olahraga dibutuhkan untuk menyehatkan tubuh. Tubuh juga memerlukan waktu untuk relaksasi melalui kegiatan berwisata sebagai upaya pemulihan jiwa dan raga. Semakin segar tubuh seseorang menandakan kesehatannya pun prima.

Belakangan rumah sakit juga telah berubah menjadi bagian dari fasilitas wisata. Kehadiran orang yang mengunjungi pasien di rumah sakit yang ada di sebuah kota dianggap sebagai bagian dari perjalanan wisata.

Model ini telah berkembang di Singapura, Malaysia dan sejumlah negara maju. Di sana, tersedia rumah sakit dengan pelayanan prima untuk semua jenis penyakit berat dan selalu mampu memberikan solusi bagi setiap pasien yang berobat. Keluarga  tidak peduli berapa pun biaya pengobatan yang terpenting penderitaan yang dialami pasien dapat tertangani dengan baik dan tersembuhkan.

Kedatangan seorang pasien selalu ditemani keluarganya. Selama pasien dirawat, keluarga dan kerabatnya pun selalu datang mengunjungi silih berganti. Kunjungan itu menghabiskan biaya yang besar untuk tiket perjalanan, penginapan, konsumsi, transportasi lokal dan lainnya. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka juga meluangkan sedikit waktu untuk berbelanja. Ini yang sering disebut sebagai wisata kesehatan.

Selama ini tidak sedikit orang Indonesia yang pergi ke luar negeri khusus berobat. Negara tujuan antara lain Singapura dan Malaysia. Secara eknomis, negara-negara itu tidak hanya meraih devisa dari pengobatan pasien asing, tetapi juga hal-hal lainnya. Perputaran uang semakin besar. Efek ekonominya pun meluas.

Presiden Joko Widodo memprediksi setiap tahun sekitar 2 juta orang Indonesia yang pergi ke luar negeri khusus untuk berobat. “Kita kehilangan (uang) sekitar Rp 97 triliun karena itu (berobat di luar negeri),” kata Presiden Joko Widodo di Sanur, Bali, Senin (27/12/2021).

Kini, Indonesia mulai menggarap potensi wisata kesehatan ini. Itu ditandai dengan pembangunan rumah sakit berstandar internasional di Sanur, Bali yang dimulai Senin, 27 Desember 2021. Proyek ini ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2023. Terlibat sebagai investor yakni Mayo Clinic dari Amerika Serikat.

Wisata olahraga juga telah lama berkembang, dan potensinya terus meningkat. Tidak sedikit negara di dunia erlomba menjadi tuan rumah penyelenggaraan event olahraga level internasional.

Event bersepeda kini mulai berjalan lagi setelah wabah Covid-19 berangsur turun. Kegiatan ini selain untuk meingkatkan imunitas tubuh, juga menggerakan kembali pariwisata yang sempat lesu. Foto: Dokumen Jelajah Bike

Sebut saja piala dunia sepak bola, olimpiade, piala eropa sepak bola dan lainnya. Event-event itu selalu menyedot jutaan orang dari seluruh penjuru dunia. Mereka mengunjungi kota-kota penyelenggara pertandingan. Kehadiran mereka bukan semata-mata menonton pertandingan, tetapi juga berwisata. Perputaran uang tidak sedikit. Seluruh lini ekonomi setempat pun menggeliat.

Selain event-event seperti itu, telah berkembang pula aktivitas olahraga yang disinergikan penggalangan donasi untuk pelbagai kepentingan. Acara olahraga beramal dilakukan sebagai salah satu upaya membantu lembaga atau perorangan dalam aksi kemanusiaan.

Susur Borobudur

Touring sepeda telah berkembang menjadi wisata minat khusus. Wisata jenis ini, antara lain lomba lari (Borobudur Marathon, Jakarta Marathon, Bali Marathon dan lainnya), pentas musik, festival dan pameran. Wisatawan datang ke suatu tempat dengan cara digerakkan melalui event.

Susur Borobudur merupakan event touring sepeda yang diselenggarakan Jelajah Bike. Lembaga ini berpengalaman mengelola perjalanan bersepeda jarak jauh. Susur dalam kamus Bahasa Indonesia berarti tepi atau menyusuri bagian tepi. Jadi, Susur Borobudur berarti menyusuri bagian tepi Candi Borobudur. Susur adalah nama touring sepeda sehari dari Jelajah Bike, sedangkan dua hari atau lebih bernama jelajah.

Dalam Susur Borobudur yang dilakukan pada 19 Maret 2022 itu, pesepeda akan memulai perjalanan di Candi Pawon. Lalu bersepeda melewati sawah di kiri dan kanan jalan desa menuju ke kaki Pegunungan Menoreh, kemudian ke arah Pelataran, dan masuk kompleks Candi Borobudur melalui pintu 7 dan keluar di pintu 8.

Dari sana, peserta bersepeda ke arah Salaman, lapangan tembak, tanjakan sijeruk melewati jalan desa yang beraspal mulus di tengah ribunan hutan lebat di punggung Pegunungan Menoreh. Perjalanan terus melaju hingga mendekati Goa Kiskendo, lalu bergerak turun melawati Kopi Ingkar Janji. Setelah itu melewati jalan datar hingga kembali ke Candi Pawon sebagai tempat finis. Ketinggian di Pegunungan Menoreh hingga mencapai 1.760 meter dari permukaan laut (mdpl).

“Jalur Susur Borobudur ini sangat menarik dan menantang. Jaraknya pendek, sekitar 109 kilometer, tetapi sangat komplit. Ada jalan landai yang panjang, disusul beberapa tanjakan dan turunan. Ada sawah di kiri dan kanan jalan. Ada pula hutan lebat yang kadang masih tertutup kabut,” kata Aris, pesepeda yang tinggal di Magelang.

Registrasi SUSUR BOROBUDUR 2021

Pendaftaran peserta dilakukan online mulai Rabu, 29 Desember 2021. Biayanya Rp 875.000 per orang di luar hotel dan tiket. Peserta mendapatkan jersey, makan siang, logistik selama gowes, medali, dan pengawalan.

Ayo daftarkan diri mengikuti Susur Borobudur pada 19 Maret 2022. Kita bersepeda sambil beramal. Untuk sesama kita; anak-anak penyandang kanker keluarga prasejahtera.

JANNES EUDES WAWA
Pengelola Jelajah Bike

Baca juga:

Jelajah Komodo, Semalam di Rumah Adat Waerebo

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

EVENT KITA

TERKINI

TERPOPULER

ARTIKEL TERKAIT: