Gowes ke SHSD Ciganea, Tergoda Presiden Jokowi

tanggal:

Share post:

Para peserta berpose bersama di tepi sama di Kabupaten Karawang. Foto” Jannes Eudes Wawa

Rumah Makan Sambah Hejo Sambal Dadak atau SHSD yang letaknya persis di depan gerbang tol Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (17/1/2022), bikin heboh. Hari itu, Presiden Joko Widodo memilih makan siang di restoran tersebut. Kehadiran orang nomor satu Indonesia tersebut merupakan kehormatan yang luar biasa bagi manajemennya.

Ada rasa bangga luar biasa. Ini adalah peristiwa yang istimewa. Tidak banyak rumah makan di negeri ini yang dipilih menjadi tempat makan seorang kepala negara. Sebelum dipilih terlebih dahulu dilakukan survei dan penilaian seperti lokasi, menu makanan, pelayanan dan sejumlah variabel lainnya.

Ketika pilihan dijatuhkan, maka rumah makan itu memenuhi syarat. Pilihan itu juga sama artinya dengan pemberian kepecayaan kepada pemilik dan pengelolanya agar mampu memberikan yang terbaik demi menjaga dan meningkatkan reputasinya.

Makan siang Presiden Jokowi di rumah makan SHSD Ciganea, Purwakarta pada hari itu ternyata untuk kedua kalinya. Kali pertama terjadi pada enam tahun lalu, yakni Kamis, 20 Januari 2016. Artinya, rumah makan ini sesuai selera Presiden Jokowi. Dipercaya Presiden Jokowi. Sangat kredibel. Kepercayaan itu yang bernilai tinggi.

SHSD yang didirikan tahun 2004 itu tergolong rumah makan besar. Saat ini telah beroperasi di sejumlah lokasi di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. SHSD Ciganea menjadi pusat pengendaliannya. Bahan baku dikumpulkan di Ciganea, lalu didistribusikan ke semua cabang SHSD. Dalam waktu dekat, rumah makan lesehan bernuansa Sunda ini akan membuka lagi satu cabang yakni di Cibubur.

Realisasikan reuni

Kehadiran Presiden Jokowi itu juga menghebohkan group whatsapp Jelajah Komodo. Maklum, salah seorang anggota WAG itu adalah Rahmad Koostoro yang merupakan pemilik rumah makan SHSD. Semua anggota group bertubi-tubi menyampaikan proficiat kepada om Toro atas kunjungan Presiden Jokowi. Semua ikut senang, bangga dan bahagia.

Jelajah Komodo merupakan event touring sepeda yang dilakukan pada 24-28 Novemver 2021 di Labuan Bajo dan sekitarnya. Selain Labuan Bajo, para pesepeda dari pelbagai kota yang berjumlah 65 orang itu juga mengunjungi kampung adat Waerebo, Pulau Padar dan Pulau Komodo. Penyelenggaranya adalah Jelajah Bike.

Kehadiran Presiden Jokowi seolah memantik semangat para alumni Jelajah Komodo merealisasikan rencana reuni. Maklum, sejak akhir Desember 2021 mulai muncul gagasan untuk kumpul bareng. Beberapa lokasi sempat diusulkan, tetapi belum mencapai titik temu. Apalagi kasus wabah Covid-19 meningkat membuat rencana reuni pun menggantung.

Maka begitu melihat Presiden Jokowi makan siang di rumah makan SHSD Ciganea, semangat untuk reuni Jelajah Komodo pun berkobar lagi. Gayung pun bersambut. Pilihan pun jatuh di SHSD Ciganea. Makan siang di rumah makan itu. Para alumni Jelajah Komodo pun tidak mau ketinggalan dari Presiden Jokowi.

Setelah diskusi panjang lebar akhirnya disepakati reuni dilakukan pada Sabtu, 5 Februari 2022. Mula-mula diputuskan titik kumpul di dua tempat, yakni Bandung dan Jakarta. Para peserta bersepeda dari titik kumpul yang telah ditentukan menuju ke SHSD Ciganea, Purwakarta. Semua setuju dan bersemangat.

Membersihkan sepeda di depan Rumah Makan SHSD Ciganea, Purwakarta. Foto: dokumen jelajah bike

Yang dari Jakarta memutuskan titik kumpul di SHSD Grand Wisata, Tambun. Paling lambat pukul 07.30 WIB, semua harus sudah tiba di lokasi.

Sehari menjelang reuni, sejumlah peserta membatalkan ikut. Ada yang karena sakit, tetapi sebagian besar merasa khawatir kasus Covid-19 sedang ngegas kencang. Akhirnya hanya menyisahkan sebagian kecil yang tetap melakukan reuni.

Sabtu, 5 Februari 2022, sekitar pukul 06.45 WIB, satu demi satu peserta tiba di rumah makan SHSD Grand Wisata, Tambun. Bahkan, peserta dari Bandung pun memilih naik mobil menuju Tambun, lalu berramai-ramai gowes ke Ciganea.

Katanya, keseruan reuni ini bukan sekedar kumpul, dan makan bersama. Tetapi yang lebih menarik adalah gowes bareng. Seolah mengenang kembali suka duka gowes melintasi tanjakan “edan” dari Labuan Bajo ke Lembor, lalu melewati jalan rusak dari Lembor hingga Denge, desa terakhir menuju Kampung Adat Waerebo. Begitu pula jalan kaki melewati hutan saat ke dan dari Waerebo, serta keseruan naik truk.

Setelah semua berkumpul, sekitar pukul 07.50, gowes ke SHSD Ciganea pun dimulai. Perjalanan dari Tambun ada dua jalur. Yang satu melewati Kalimalang, dan satu lagi melalui Cikarang dan Bojongsari. Kami memilih jalur Bojongsari, sebab kondisi jalannya relatif lebih baik.

Meski demikian, jalur ini harus melewati sejumlah pasar dan beberapa kali menyeberangi rel kereta api. Kondisi itu pula membuat perjalanan melewati jalur ini selalu menghabiskan waktu lebih lama. Jaraknya pun lebih jauh.

Sebaliknya jalur Kalimalang, jaraknya lebih pendek, dan terhindar dari rel kereta api. Itu sebabnya, banyak kendaraan, terutama angkutan barang lebih memilih jalur Kalimalang. Akibatnya, kondisi jalannya banyak sering rusak sehingga tidak nyaman untuk bersepeda.

Hingga di Cikarang, perjalanan kami cukup lancar dan aman. Pagi itu arus lalu lintas di beberapa titik agak padat juga, tetapi tidak menghambat laju gowes.

Kami sempat rehat sejenak di Bojongsari. Di sana, Om Didi Sumardi, salah seorang peserta sudah menyiapkan makanan ringan, air mineral dan buah-buahan.

Setelah istirahat sekitar 30 menit, gowes pun dilanjutkan. Beberapa kali melewati pasar dan perlintasan rel kereta api. Hal ini yang memicu terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik.

Cuaca pun terbilang sangat bersahabat. Mendung dimana-mana, sehingga  meringankan kami dalam mengayuh sepeda. Selepas dari Karawang sempat gerimis, tetapi hanya berlangsung sesaat.

Namun kabut tampak kian pekat. Begitu memasuki Cikampek, hujan mulai turun. Semakin ke depan, guyuran hujan semakin deras. Kayuhan sepeda terus melaju di tengah kepadatan arus lalu lintas.

Sekitar pukul 13.45 WIB, perjalanan  pun mencapai finish. Kami tiba di rumah makan SHSD Ciganea, Purwakarta dengan selamat. Semua bersuka cita, dan sangat bahagia. Menuntaskan perjalanan yang cukup jauh, sekitar 92,7 kilometer; lebih jauh sekitar 20an kilometer dari prakiraan sebelumnya hanya 73 kilometer.

Berkumpul dan bersuka cita. Ini bisa membuat kita menjadi lebih sehat dan penuh suka cita. Foto: dokumen jelajah bike

Unik dan menarik

Rumah makan SHSD Ciganea ternyata cukup unik. Bangunan yang ada bernuansa tempo dulu dengan arsitektur dasarnya dari kayu. Dimana-mana tampak tiang kayu jati berusia tua yang kokoh berdiri. Kursi dan meja pun terbuat dari kayu.

Bangunan-bangunan itu berdiri di antara rimbunan pohon. Di antara bangunan ada kolam ikan disertai air mancur kecil dengan gemercik-gemercik air yang memberi suasana pedesaan.

Pada ruangan tempat kami makan, terpasang gambar-gambar atau tulisan-tulisan ikan tempo dulu yang terbuat dari seng. Ada pula koper-koper lama sebagai hiasan, radio-radio jadul, ada pula kotak pos lama sebagai hiasan.

Di semua meja makan juga disediakan sendok dan garpu khas masa lalu. Begitu pula ada teko untuk minuman teh yang terbuat dari kaleng yang sangat legendaris. Di sejumlah sudut bangunan dipajangkan pula sepeda-sepeda masa lalu yang berusia lebih dari 50an tahun.

Tak lama menunggu, kami langsung disuguhi sejumlah makanan khas SHSD. Ada ayam goreng basah yang menjadi menu favorit. Ada sate maranggi yang juga makanan khas Purwakarta. Ada tumis kangkong, ikan gurami bakar, gurami goreng, pepes teri, pepes tahu, pepes jamur, pepes teri, tempe bacem, tahu bacem, sumur jengkol dan aneka menu lainnya, bahkan tidak ketinggalan sambel hijau yang jadi andalannya.

Suasana siang hari itu sangat ramai. Nyaris semua meja terisi tamu. Bahkan, tidak jauh dari tempat kami makan, tampak pula Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Suntana bersama rombongan sedang makan siang juga.

Salah satu menu andalan rumah makan SHSD Ciganea adalah ayam goreng basah. Memang benar tampak basah dan berminyak dengan warna kekuningan pucat. Ayamnya berupa potongan ayam kampung beserta jeroannya. Disebut basah karena ayam yang sudah diungkep dengan bawang dan sedikit kunyit hanya dicelupkan sesaat ke dalam minyak panas. Mirip ayam pop Minang.

Aneka menu yang disajikan di rumah makan SHSD Ciganea. Salah satu menu andalan yakni ayam goreng basah. Foto: dokumen jelajah bike

Proses ini membuat testur ayam tidak garing dengan bagian dalam yang lembut juicy. Ayamnya terasa gurih, enak dan cocok dimakan dengan nasi hangat.

Ada juga empal gepuk dengan taburan serundeng kelapa yang royal. Dagingnya empuk dengan semburat rasa manis dan gurih. Sambal hejo dan sambal dadak membuat rasa lauk semakin mantap. Sambel hijau terbuat dari cabai hijau dicampur tomat hijau dan jeruk limau. Rasa asamnya segar dengan kepedasan yang tidak terlalu menonjol.

Ini yang selalu bikin orang ketagihan. Pantas saja Presiden Joko Widodo pun dua kali makan siang di rumah makan SHSD Ciganea.

Kami pun pasti mengalami hal serupa. Pulang untuk kembali lagi. Siang itu, kami pun benar-benar dipenuhi rasa suka cita. Berkumpul, gowes bareng, makan bersama, bernyanyi bersama dan berjoget bersama. Sungguh bahagia.

Bersepeda telah menambah pertemanan, dan mempererat persaudaraan. Dari sadel sepeda pula telah mengantarkan kami melihat dan mengenal lebih dekat lagi negeri ini dengan segala kekayaan dan keterbatasannya.

JANNES EUDES WAWA
Pengelola Jelajah Bike

Baca juga:

Gowes Legian-Baluran, Merangkai Kenangan Sahabat Lama

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related articles

Registrasi Jelajah IKN 2022

Setelah Presiden Joko Widodo memutuskan memindahkan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur...

Semalam di Pulau Terselatan Indonesia

  Meski berstatus sebagai pulau terselatan Indonesia, tidak satu pun warga sipil yang menghuni di Ndana. Itu sebabnya, pulau...

Sport Jantung di Perairan Terselatan Indonesia

Perairan selatan selalu memiliki ombak tinggi. Ndana, sebagai pulau terselatan Indonesia juga terkenal memiliki  gulungan ombak yang panjang,...

Air Mata Berlinang di Pulau Terselatan Indonesia

Banyak cara dilakukan masyarakat Indonesia dalam merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Puluhan pesepeda dari berbagai kota memilih...