Pesepeda Jabodetabek Antusias Sambut JCS Surakarta

tanggal:

Share post:

Oleh: JANNES EUDES WAWA

Petiq Bistro di Citywalk Sudirman, Jalan KH Manshur, Jakarta, Sabtu 10 Juni 2023, sekitar pukul 05.45 WIB mendadak dipenuhi puluhan pesepeda balap. Mereka datang dari berbagai komunitas dan klub sepeda di Jabodetabek ingin menjajal rute dalam kota Jakarta dalam rangka menyambut event lomba balap sepeda di Surakarta pada 9 September 2023.

Ada 60an penggila sepeda balap (road bike) hadir. Sekitar pukul 06.15 WIB gowes pun dimulai. Yang menjadi marshal adalah Andri Prawata dan Marika Nurmagita. Keduanya cukup populer dan dihormati dalam dunia balap sepeda karena prestasi dan loyalitas.

Puluhan pesepeda dari Jabodetabek gowes pleton di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/6/2023) pagi. Gowes ini untuk menyukseskan lomba balap sepeda Jelajah Cycling Series Surakarta pada 9 September 2023. Foto: dokumentasi Jelajah Sport.

Dari Citywalk, mereka bergerak ke kiri menuju Jalan Sudirman. Persis di samping kanan Hotel Le Meridien belok ke kiri masuk salah satu jalan utama di Jakarta tersebut. Rombongan ini terus melaju hingga di depan Hotel Indonesia, kemudian memutar balik melewati Jalan Sudirman lagi menuju ke Bundaran Senayan.

Di Patung Sisingamangaraja belok lagi melewati jalan yang sama menuju bundaran Hotel Indonesia. Gowes memutari Jalan Sudirman dengan laju berkisar 27-30 kilometer per jam itu dilakukan empat kali. Setelah itu kembali lagi di Petiq Bistro.

“Gowes yang singkat, tetapi seru. Ini dalam rangka menyukseskan event lomba balap sepeda Jelajah Cycling Series Surakarta pada 9 September 2023. Kami ingin event ini makin dikenal luas oleh masyarakat, terutama penggemar sepeda balap dan atltet profesional,” jelas Pipin Purnawan Wibowo, Ketua Panitia JCS Surakarta.

Di kaki Gunung Lawu kini berkembang bisnis glamping. Glamping ini berada di tengah perkebunan sayur dengan udara yang segar dan bersih sehingga menarik banyak wisatawan. Foto: Jannes Eudes Wawa

JCS Surakarta adalah event balap sepeda seri kedua tahun 2023 yang dilakukan Jelajah Sport. Sebelumnya adalah JCS Minangkabau yang digelar pada 4 Maret 2023 di Padang, Sumatera Barat. Event ini diikuti 228 pesepeda dari 4 klub kontinental Union Cyliste Internationale (UCI), dan 77 komunitas. Melombakan 8 kategori dengan total hadiah Rp 502 juta. Sebanyak 96 peserta yang meraih hadiah tersebut.

“Saya sangat puas dengan event JCS Minangkabau. Meski lomba balap sepeda ini baru pertama kali dilakukan Jelajah Sport, tetapi manajemennya sangat profesional dan detail. Hebatnya lagi, para pemenang mendapatkan hadiah tidak lebih dari 24 jam. Ini kejutan. Kami memberikan apresiasi yang tinggi,” kata Jimmy dari klub RBB Palembang, pemenang pertama kategori Master B.

Masuk agenda UCI

Gowes pada Sabtu pagi itu merupakan bagian dari perjalanan menuju JCS Surakarta. Jakarta menjadi daerah pertama dilakukan sosialisasi. Menyusul Kota Malang, Surakarta, Yogyakarta, Bandung dan Makassar. Sosialisasi bertujuan merekatkan hubungan pengelola JCS dengan para pesepeda serta komunitas dan klub. Di samping melakukan promosi.

Setidaknya ada empat hal menarik yang menjadi keunggulan dari JCS Surakarta yang akan digelar pada 9 September 2023. Pertama, JCS Surakarta sudah mendapatkan rekomendasi dari Union Cyliste Internationale (UCI), induk organisasi balap sepeda dunia pada 26 Mei 2023. Bahkan, JCS Surakarta juga telah terdaftar dalam event UCI untuk kategori Cycling For All Road. Sejauh ini tidak banyak event lomba balap sepeda jalan raya di Indonesia yang berlabel UCI. JCS Surakarta adalah satu dari sedikit event tersebut.

Salah satu titik yang bakal dilewati dalam Jelajah Cycling Series (JCS) Surakarta 2023. Kelokan ini sungguh indah dan menarik. Foto: Jannes Eudes Wawa.

Pertimbangan utama Jelajah Sport mendaftarkan JCS Surakarta ke UCI yakni adanya komitmen agar event balap sepeda jalan raya ini ditangani sesuai standar induk organisasi balap sepeda dunia tersebut. Hal itu baik menyangkut manajemen event, regulasi lomba maupun penggunaan teknologi pencatatan waktu (timing system), pengamanan, dan lain sebagainya.

Obsesi Jelajah Sport adalah ingin menjadikan JCS sebagai event balap sepeda jalan raya yang terbaik di Indonesia. Itu sebabnya, sejak awal semua event JCS harus mengikuti ketentuan UCI. Harus ditangani sesuai standar UCI.

Kedua, Menggunakan sistem pencatatan waktu sesuai teknologi yang berkembang. Hal ini sebagai upaya mendapatkan hasil perlombaan yang cepat dan akurat. Teknologi yang digunakan adalah transfonder MyLaps yang dikelola MotoSheet di Jerman. Teknologi ini pernah digunakan pada JCS Minangkabau.

Reputasinya bagus dan teruji. Alat itu sudah digunakan pada banyak event lomba balap sepeda internasional seperti di Denmark, Finlandia, Jerman, Italia, Latvia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Amerika Serikat.

Transfonder merupakan alat yang digunakan untuk merekam hasil balapan dengan cepat dan akurat. Alat sejenis chips itu dipasangkan pada garpu depan sepeda. Semua data dan informasi dari aktivitas bersepeda otomatis terekam secara utuh pada komputer yang dioperasikan operator.

Transfonder memberi hasil yang cepat dan akurat untuk balapan. Hal itu tentu akan menghilangkan perselisihan garis, memberikan hasil yang akurat dan detail untuk semua peserta balap sepeda. Penggunaan alat ini tekah menjadi kebutuhan vital. Hasil pencatatan itu juga dapat juga dibagikan melalui media sosial oleh setiap peserta.

Ketiga, Memberikan hadiah yang menarik para para pemenang. Setiap kategori diambil 10 pemenang, ditambah segmen lomba tanjakan dan adu kecepatan di jalan raya. Pemenang pertama dari kedua segmen ini yang berhak mendapatkan hadiah. Total hadiah yang disediakan sebesar Rp 616 Juta. Ada 120 peserta yang akan mendapatkan hadiah.

Kaki Gunung Lawu adalah wilayah pertanian. Produksi terbanyak adalah sayur-sayuran. Foto: Jannes Eudes Wawa

Keempat, JCS Surakarta melombakan 10 kategori. Adapun ke-10 kategori itu adalah Men Elite (19 tahun ke atas); Woman Elite (19 Tahun ke atas); Men Junior (17-18 tahun); Men Open (19-29 tahun); Master A (30-39 Tahun); Master B (40-49 Tahun); Master C (50-59 Tahun); Master D (60 Tahun ke atas); Women Open (25 tahun ke atas), dan Men Youth (15-16 tahun).

Masuknya Man Youth dalam JCS Surakarta sebagai komitmen Jelajah Sport pada pencarian bibit muda. Atlet muda perlu diberi panggung untuk mengaktualisasikan diri. Menujukkan kemampuan dan meningkatkan jam terbang. Semakin sering berlomba, potensi diri akan terus terasa, dan berpeluang meraih prestasi terbaik.

Menarik dan menantang

Lomba balap sepeda dalam JCS Surakarta akan menempuh jarak sejauh 126 kilometer, dimulai dari Colomadu, dan finis di Comoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Rute perlombaan ini melewati 4 kabupaten/kota yakni Karanganyar, Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri. Lokasi finis berada di kaki Gunung Lawu.

Ada sejumlah hal menarik dari rute JCS Surakarta. Lokasi pelepasan di Colomadu. Area ini adalah bekas pabrik gula di masa Penjajahan Belanda yang telah direvitalisasi, dan menjadi salah satu destinasi favorit di wilayah Solo Raya.

Yang menarik lagi dari rute ini adalah sejak dari titik pelepasan, perjalanan lebih banyak datar. Melewati Sungai Bengawan Solo yang melegenda dan beberapa lokasi wisata di Kota Surakarta. Perjalanan tetap mendatar hingga melewati Sukoharjo dan Wonogiri.

Elevasinya perlahan-lahan meningkat saat memasuki Kota Karanganyar. Setelah itu, tantangan yang dihadapi bakal semakin berat hingga di Comoro Kandang yang berada di kaki Gunung Lawu.

Comoro Kandang di kaki Gunung Lawu menjadi lokasi finish JCS Surakarta 2023. Udaranya bersih dan sejuk. Foto: Jannes Eudes Wawa

“Rute untuk JCS Surakarta 2023 ini sungguh menarik dan menantang bagi para pembalap sepeda. Menarik karena melewati panorama yang indah dengan cuaca yang bersahabat. Menantang sebab banyak melewati tanjakan. Semakin mendekat ke finis, tanjakannya semakin menantang. Pokoknya keren banget,” ujar Yossy P Andrianto, pesepeda asal Jakarta pada pertengahan Mei 2023 pernah bersepeda ke Comoro Kandang dari Colomadu.

Pendaftaran JCS Surakarta telah dibuka sejak 17 Mei 2023. Sejauh ini respon para pesepeda baik secara individu, komunitas maupun klub cukup tinggi. Antusiasme yang tinggi bukan semata-mata karena adanya hadiah yang menarik. Tetapi lebih dari itu didorong oleh pengelolaan event yang rapi, serta rute yang menarik.

Baca juga:

JCS Minangkabau, Tanjakan Sitinjau Lauik Dilibas Sekejab

 

Artikel sebelumnya
Artikel Selanjutnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related articles

Resmi Internet Site Sinden Pin Up Turkey Online On Line Casino Uygulamasını ️ Indiri

Resmi Internet Site Sinden Pin Up Turkey Online On Line Casino Uygulamasını ️ IndirinPinup Bet Türkiye'deki Bahis Ve...

Jelajah Toba Samosir (2), Berbahagia Bersama Om Octo

Oleh: JANNES EUDES WAWA Minggu (29/10/2023) dinihari, kawasan Pangururan, Pulau Samosir dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Menjelang pagi, volumenya...

Jelajah Toba Samosir (1), Nikmati Gowes dan Mandi Hujan

Oleh: JANNES EUDES WAWA Berada di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, pada penghujung Oktober 2023 lalu seolah sedang di...

JCS Surakarta, Berat dan Menantang

Oleh: JANNES EUDES WAWA Comoro Kandang di kaki Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menjelang petang, suhu mulai dingin....