SosokRoyke Lumowa Ingin Gowes Jakarta-Paris

Royke Lumowa Ingin Gowes Jakarta-Paris

Jarang terdengar di Indonesia seorang jenderal melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh usai pensiun dari kedinasannya. Jangankan dari Sabang sampai Merauke, touring antarprovinsi di Pulau Jawa-Bali pun jarang terjadi. Tetapi, Royke Lumowa ingin mematahkan itu. Purnawirawan Polri berbintang dua ini berencana bersepeda dari Jakarta hingga Paris, Perancis, selama  kurang lebih 300 hari.

Ditemui awal Januari 2022 lalu di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri itu mengungkapkan rencana touring sepeda sejauh kurang lebih 12.500 kilometer tersebut. Perjalanan bersepeda itu akan dilakukan mulai pertengahan tahun 2023 dan berakhir pada pertengahan tahun 2024, sekitar dua hari menjelang pembukaan olimpiade musim panas di Paris.

“Rencana touring sepeda dari Jakarta hingga Paris pasti terlaksana. Persiapan mulai dilakukan. Keluarga sudah mengizinkan. Saya juga rutin latihan. Akan tetapi, persiapan belum optimal karena saya masih sibuk menyelesaikan studi doktoral Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia,” kata Royke Lumowa.

Royke Lumowa sedang bersepeda dalam sebuah event touring beberapa waktu lalu. Foto: dokumen Royke Lumowa.

Mantan Kapolda Papua Barat ini mengaku hampir semua wilayah di Indonesia sudah dilalui dengan bersepeda. Banyak kekayaan dan keunikan Indonesia telah dilihat dari dekat melalui sepeda. Tidak heran, banyak wisatawan asing suka melakukan touring sepeda di Indonesia. Bahkan, ada pula yang bersepeda dari negara asalnya menuju Indonesia. Setelah tiba di Indonesia pun masih touring lagi ke berbagai wilayah.

Itu sebabnya, Royke merasa termotivasi untuk bersepeda dari Indonesia ke luar negeri, terutama Eropa. Perjalanan tersebut pasti memakan waktu lama. Tetapi  itu akan menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan Indonesia.

“Bersepeda dari Jakarta ke Eropa sesungguhnya telah lama menjadi obsesi saya. Kita sudah gowes keliling Indonesia sehingga tidak salahnya gowes keliling dunia, terutama ke Eropa. Kita bisa lakukan banyak hal melalui gowes ke Eropa,” jelasnya.

“Kalau kita gowes di luar negeri, warga setempat lihat kita pasti mereka tanya, Anda darimana. Kita jawab dari Indonesia. Saya bersepeda mulai dari Jakarta. Ini memberi kesan yang bagus tentang Indonesia. Menjadi salah satu cara memperkenalkan Indonesia. Orang Indonesia juga bisa bersepeda dari Indonesia ke Eropa,” tambah mantan Kapolda Maluku tersebut.

Lajur perjalanan

Royke merencanakan perjalanan bersepeda tersebut akan dimulai dari kawasan Monas, atau di depan Istana Negara Jakarta. Dari sana, akan bergerak menuju Merak, Banten, lalu berlanjut ke Lampung menyusuri wilayah tengah dan timur Sumatera hingga di Riau, dan menuju ke Batam.

Dari Batam menyeberang ke Singapura, kemudian menuju Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, India, dan Pakistan. Jika saatnya nanti Afghanistan masih tertutup, maka Royke pun menyiapkan dua pilihan jalur. Dia bisa bergerak ke barat menuju Iran dan masuk Turki.

Pilihan lain adalah masuk Nepal, kemudian ke China, Tajikistan, Uzbekistan, Kazakhstan, Azerbaijan, lalu masuk ke Turki dan Yunani. Rute pilihan kedua ini lebih jauh dan bakal melewati beberapa tanjakan yang berat.

Setelah Yunani pun ada dua pilihan jalur. Pertama, langsung menuju Italia bagian selatan. Pilihan lain adalah dari Yunani bergerak menyusuri daratan besar mulai dari Bulgaria, Rumania, Hungaria, Austria, Italia bagian utara, terus ke Monaco, Spanyol dengan tujuan utama di Kota Barcelona, setelah itu masuk ke Maroko (Afrika). Kemudian kembali ke Spanyol, dan menuju ke Swiss, Perancis, Jerman, masuk lagi Perancis, dan finish di Paris.

Ditargetkan masuk finis di Paris pada dua hari sebelum pembukaan olimpiade musim panas. Pilihan waktu tersebut sebagai bagian dari propaganda untuk Indonesia yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah olimpiade musim panas pada tahun 2036.

“Saya ingin mengatakan kepada dunia bahwa Indonesia sangat siap menjadi tuan rumah olimpiade musim panas tahun 2036. Indonesia mampu. Indonesia terus berkembang menjadi negara yang kuat sehingga siap memberikan yang terbaik bagi dunia,” tegas Royke.

Selain itu, bagi Royke, sepeda adalah salah satu moda transportasi yang ramah lingkungan dan tidak membuat kemacetan di jalan raya. Bersepeda menjadi bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

Itu sebabnya melalui touring sepeda Jakarta-Paris, dia ingin mengajak masyarakat dunia agar semakin peduli pada lingkungan. Perusakan lingkungan yang terjadi saat ini hanya akan memberikan beban dan malapetaka besar bagi generasi mendatang. Mari kita bangun komitmen bersama untuk terus melestarikan lingkungan.

Royke juga tidak menutup peluang bagi para pesepeda di Indonesia yang ingin bersepeda bersama di beberapa rute tertentu selama perjalanan tersebut baik di dalam wilayah RI maupun di luar negeri. Partisipasi itu akan membuat perjalanan semakin menarik dan seru.

Royke Lumowa bersama pesepeda lainnya saat mengikuti Jelajah Bali Bike pada pertengahan Juni 2021 di Bali. Foto: Dokumen Jelajah Bike

Dekat dengan komunitas

Royke Lumowa mulai serius bersepeda sejak tahun 2013. Event pertama yang diikuti adalah Kompas Bali Bike yang dilakukan harian Kompas tahun 2013. Sejak tahun 2013, Royke terus giat bersepeda.

Bahkan, saat harian Kompas menggelar Jelajah Sepeda Manado-Makassar pada tahun 2014 selama 14 hari, Royke pun mengikutinya. Dia sengaja mengambil cuti agar bisa bersepeda penuh. “Saya orang Manado, kelahiran Makassar. Jadi mengikuti Jelajah Sepeda Manado-Makassar ini ibarat perjalanan sarat makna. Jelajah itu pula yang memotivasi saya untuk terus bersepeda ke seluruh Nusantara hingga sekarang,” ujarnya.

Saat menjadi Kapolda Papua Barat tahun 2015, Royke pun menggelar touring sepeda selama tiga hari rute Manokwari hingga Teluk Bintuni. Sekitar 350 pesepeda dari berbagai kota di Indonesia ikut dalam event tersebut.

Bahkan, warga di Papua Barat, termasuk anggota Polri diajak bersepeda secara rutin. Sejak itu pula gairah masyarakat Papua Barat, terutama Manokwari untuk bersepeda begitu tinggi, dan terus terpelihara hingga saat ini. “Tanpa Pak Royke, minat bersepeda warga di Manokwari dan Papua Barat umumnya takkan sebesar sekarang. Jasa beliau sangat besar dan akan selalu terkenang,” kata Eko Hadi Seputro, pesepeda di Manokwari.

Royke Lumowa berada bersama para pesepeda di Manokwari, Papua Barat.

Ketika menjabat Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Royke tetap menjaga semangat bersepeda. Ada hari khusus dimana para anggota Korlantas wajib bersepeda ke kantor. Beberapa kali, dia mengumpulkan komunitas sepeda untuk bersepeda bersama.

Begitu bertugas menjadi Kapolda Maluku, Royke bikin juga event touring sepeda bernama Tour de Ambon Manise. Selama dua tahun berturut-turut event ini digelar dengan pelaksananya anggota Polri di Polda Maluku. Event ini juga diikuti sekitar 500an pesepeda dari seluruh Indonesia.

Sewaktu menjadi Kapolda Sulawesi Utara, touring sepeda nyaris digelar. Semua hal telah disiapkan dengan matang. Sekitar 500an peserta dari luar Manado sudah membeli tiket pesawat. Tiba-tiba kasus Covid-19 melanda Indonesia, event Tour de Manado pun batal digelar.

Di kalangan komunitas sepeda, Royke sangat popular. Event apa pun yang dilakukannya selalu dihadiri begitu banyak pesepeda dari berbagai kota di seluruh Indonesia.

Hal itu terjadi karena adanya relasi yang baik antara Royke dan komunitas. Royke memulai bersepeda melalui komunitas. Dia belajar dan menemukan semangat itu dari komunitas. Semangat dan tradisi bersepeda komunitas itu pula ditularkan ke dalam lingkungan Polri.

JANNES EUDES WAWA
wartawan, pegiat touring sepeda

Baca juga:

Bersepeda, Yin-Yang, dan Harmonisasi

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

EVENT KITA

TERKINI

TERPOPULER

ARTIKEL TERKAIT: