Ketika Polisi Jadi “Event Organizer”

Peserta Tour de Ambon Manise II sedang melewati sejumlah rute di tengah Kota Ambon.

Oleh JANNES EUDES WAWA

Perjalanan bersepeda selama dua hari di Pulau Ambon yang diberi nama Tour d’ Ambon Manise II memang sudah selesai lima bulan lalu. Akan tetapi, acara itu masih menjadi buah bibir di kalangan para pesepeda. Kesan mereka begitu mendalam dengan acara tersebut.

Hal ini bukan hanya karena jalurnya yang menantang dengan panorama alam yang memikat. Tetapi yang menarik adalah keterlibatan apparat Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melayani peserta dengan sangat ramah, humanis dan penuh kekeluargaan.

Jumat, 27 September 2019, tepat pukul 06.00 WIT, pesawat Citilink yang membawa kami, sebagian peserta Tour d’ Ambon Manise II dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, mendarat dengan mulus di Bandara Pattimura, Ambon. Pagi itu kabut tebal menyelimuti kota. Tidak lama kemudian hujan deras membahasi Ambon dan wilayah sekitarnya. Warga setempat mengaku sebagai hujan pertama setelah berbulan-bulan kemarau.

Di ruang kedatangan Bandara Pattimura sudah menunggu belasan anggota polisi dari Polda Maluku yang menyambut peserta Tour d’ Ambon Manise (TDAM) II. Mereka menyapa kami dengan sangat ramah, melayani peserta yang akan melakukan registrasi pada meja yang telah disiapkan. Sebagian polisi lagi meminta kupon bagasi pesawat dari peserta, dan langsung ke ruang pengambilan bagasi untuk mengambilkan barang.

Tidak jauh dari meja registrasi tampak Kapolda Maluku Irjen Royke Lumowa. Dia sengaja hadir pada pagi hari itu untuk menyambut peserta TDAM II. “Selamat datang di Maluku. Saya ingin berterima kasih kepada para pesepeda yang sudah merelakan waktu untuk datang ke Ambon mengikuti TDAM II,” kata Royke yang juga penggemar berat sepeda.

Di meja pendaftaran, sejumlah polisi, termasuk beberapa polisi wanita (polwan) melayani satu demi satu peserta yang melakukan registrasi. Setelah daftar diri, peserta menerima satu goodie bag berisikan dua jersey dan name tag yang bertuliskan nama panggilan peserta yang bersangkutan.

Peserta juga langsung diinformasikan hotel dan kamarnya selama mengikuti TDAM II. Name tag diminta dipasangkan pada bagian bawah sadel sepeda, semua tas pakaian, dus sepeda, serta tas sepeda, sehingga tidak ada barang yang tertukar.

Setelah mengambilkan bagasi, para polisi juga menaikan barang-barang peserta ke dalam mobil hingga mengantarkan di hotel. Ada tiga hotel yang dijadikan tempat inap peserta TDAM II yakni Hotel SwissBell, Hotel Pasific dan Hotel Manise. Di hotel pun sudah ada sejumlah polisi yang langsung menyambut peserta, mengurus pelaporan, mengangkat barang, bahkan mengantarkan peserta hingga di kamar masing-masing. Semua itu ditangani dengan cepat dan penuh keramahan.

“Saya salut dengan pelayanan yang diberikan anggota polisi Polda Maluku. Mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab, penuh senyum, dan sangat menikmatinya. Total dan detail. Mirip seperti dikerjakan pengelola event yang profesional,” kata Yoke Haulani Latif, pesepeda perempuan asal Kelapa Gading, Jakarta.

Belajar humanis

TDAM merupakan perjalanan bersepeda yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Maluku. Tahun 2019 memasuki tahun kedua. Rutenya mengelilingi Pulau Ambon yang berbukit itu selama dua hari, yakni 28-29 September 2019, dan diikuti 550 peserta dari berbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Surabaya, Makassar, Manado, Gorontalo, Jayapura, Manokwari, Sorong, Nabire, dan Banten, termasuk juga dari Penang, Malaysia.

Setahun sebelumnya, pada awal November 2018, Polda Maluku juga menggelar TDAM I yang diikuti 475 pesepeda dari berbagai kota di Indonesia. Rute yang dipilih saat itu dimulai dari Kota Ambon menuju ke Pulau Seram, terutam di Pantai Ora yang amat terkenal dengan keindahan pesona bawah laut dan pantai, lalu kembali melewati rute yang berbeda dan finish di Kota Ambon.

Jembatan merah putih, salah satu ikon Kota Ambon

Selama penyelenggaraan TDAM I dan II, Polda Maluku mengerjakan sendiri. Pilihan itu, jelas Royke, karena setiap anggota polisi dituntut mampu melayani masyarakat dan berkomunikasi  yang baik. Tuntutan tersebut mewajibkan polisi untuk belajar mengenal diri, mengelola emosi,  memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, bersikap ramah, serta mengenal dengan baik setiap kegiatan dan tugas.

Selama ini, banyak polisi yang telah memiliki kemampuan menangani kegiatan. Potensi itu perlu digali kembali dan dikembangkan. Melalui event TDAM, aparat Polda Maluku pun bisa belajar melayani masyarakat dengan cara yang lebih humanis dan membangun soliditas dalam tim.

“Melayani masyarakat dengan humanis, santun disertai berkomunikasi yang baik telah menjadi syarat mutlak dalam pelayanan polisi. Dengan menjadi event organizer TDAM, polisi di Polda Maluku dapat belajar langsung,” kata Royke yang juga mantan Kakorlantas Polri.

“Setelah selesai menggelar TDAM I pada November 2018, kami melihat banyak hal positif yang kami dapatkan dari petugas di Polda Maluku dalam pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat. Itu sebabnya, kami pun menggelar lagi TDAM II guna meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan yang lebih humanis,” ujar Royke yang juga pesepeda tangguh.

Pelayanan yang humanis oleh polisi pernah diinstruksikan Presiden Joko Widodo pada HUT Bhayangkara ke-73 pada 10 Juli 2019 di Silang Monas, Jakarta. Saat itu, salah satu instruksi Presiden adalah meminta Polri mengedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan yang humanis.

Royke boleh dibilang sebagai perwira polisi yang gemar menyelenggarakan acara touring sepeda yang melibatkan komunitas dari berbagai daerah di Indonesia. Saat menjadi Kapolda Papua Barat, dia juga menggelar kegiatan Tour de Teluk Cenderawasih pada 5-8 Mei 2016 yang dimulai dari Manokwari, dan berakhir di Teluk Bintuni. Saat itu, sekitar 300 orang dari berbagai komunitas sepeda di berbagai kota mengikuti acara tersebut.

Promosi wisata

Bersepeda selama dua hari di Pulau Ambon, peserta bukan hanya disuguhi tanjakan-turunan serta pesona alam yang menarik. Tetapi juga keramahan masyarakatnya yang luar biasa. Antusiasme masyarakat luar biasa. Tua, muda, laki-laki, perempuan begitu bersuka cita. Mereka aktif menyapa para pesepeda.

Pesepeda juga sempat menyinggahi beberapa tempat wisata yang menarik. Misalnya, Pantai Betesda Pintu Kota yang terletak di Tanjung Nusaniwe di mulut Teluk Ambon. Lalu Pantai Lubang Buaya, dan Pantai Batu Kuda Tulehu.

Pantai Lubang Buaya, salah satu tempat wisata menarik di Pulau Ambon

Pantai Pintu Kota memiliki ombak yang cukup besar, dan membentur dinding tebing karang setinggi kurang lebih 10 meter. Pada tebing itu terdapat tiga lubang. Yang paling besar setinggi 4-5 meter berada di bagian depan tebing. Lubang kedua setinggi dua meter berada di bagian dalam, sedangkan lubang ketiga setinggi 1,2 meter berada di sebelah dalam lubang kedua. Pada bagian atas tebing, pengunjung bisa melihat pemandangan deretan Tanjung Nusaniwe dan Tanjung Alang.

Ketua Seksi Touring TDAM II Kombes Irwan Rahmaini menjelaskan, promosi wisata dan menjaring wisatawan merupakan kewajiban semua pihak. Melalui TDAM, Polda Maluku ingin terlibat membantu mempromosikan pariwisata Maluku. “Itu sebabnya, perjalanan bersepeda ini diupayakan melewati jalur yang memiliki pesona alam yang menarik dan menyinggahi sejumlah tempat wisata,” ujar Irwan yang juga Direktur Sabhara Polda Maluku.

Para peserta TDAM II dijamu dengan ikan bakar saat malam penutupan

Sabar Manullang, peserta asal Jakarta yang baru pertama kali mengunjungi Ambon mengaku kagum terhadap keindahan alam Maluku. Lautnya bersih, alamnya indah menawan, kulinernya enak, dan masyarakatnya pun ramah. “Sudah lama saya memendam rindu untuk mengunjungi Ambon, tapi baru kali ini terwujud. Sungguh menarik daerahnya. Semoga suatu saat saya bisa datang lagi,” kata Sabar.

Dia juga angkat topi untuk Polda Maluku yang berani menggelar dan mengelola sendiri acara TDAM ini. Langkah yang unik, tetapi diyakini memberikan pengalaman yang amat berharga bagi para anggota Polri.

“Menjadi event organizer untuk kegiatan besar seperti TDAM tidak gampang. Namun, para anggota Polda Maluku telah membuktikan kemampuannya mengelola acara ini dengan lancar, aman dan memuaskan peserta. Saya salut dan hormat,” tegas Abdoellah Djabier, peserta dari Makassar, Sulawesi Selatan.

 

 

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

TERPOPULER