SELI CEBAN, SEPEDA LIPAT CIREBON BANDUNG

SELI CEBAN
(Jelajah Sepeda Lipat Cirebon – Bandung)

WAKTU PELAKSANAAN
Sabtu, 22 Februari 2020

Biaya
Rp 985.000

(Jersey, Medali, Logistik, Konsumsi selama Perjalanan, Asuransi, Pengawalan, Teknisi, Mobil Angkut Barang Peserta dari Cirebon ke Bandung, Mobil Evakuasi dan Medis.)

DAFTAR DI SINI

KETENTUAN SELI CEBAN 2020

PESERTA

Setiap orang bisa menjadi peserta Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020 dengan syarat:

  1. Berbadan sehat, tidak memiliki penyakit yang membahayakan untuk bersepeda sejauh minimal 155 kilometer per hari. Ini harus dibuktikan dengan menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter pada saat pendaftaran ulang .

  2. Pelanggaran atas ketentuan ini membebaskan penyelenggara dari kewajiban untuk menanggung perawatan dan pengobatan atas resiko yang timbul akibat penyakit atau gangguan kesehatan, yang sudah diderita peserta sebelum mengikuti Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020.

  3. Peserta Seli Challenge berusia minimal 17 tahun, dibuktikan dengan menyerahkan copy identitas.

PENDAFTARAN & BIAYA 

  1. Setiap peserta harus mengisi formulir pendaftaran secara online dan melengkapi data-data yang diminta panitia Seli Challenge 2020.

  2. Setelah mendaftarkan diri, setiap peserta harus membayar biaya partisipasi.

  3. Biaya partisipasi meliputi biaya manajemen bersepeda, biaya konsumsi dan logistik selama  Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020 berlangsung.

  4. Peserta yang sudah mendaftarkan diri dan membayar biaya partisipasi dilarang untuk dialihkan kepada orang lain. Jika terjadi pembatalan, maka biaya yang telah dibayar tidak dikembalikan panitia.

  5. Peserta tidak bisa menentukan sendiri jalur yang akan ditempuh dan tidak bisa memilih jalur mana yang dia akan ikuti selama Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020.

KECEPATAN BERSEPEDA & DUKUNGAN LOGISTIK

  1. Seli Challeng Cirebon-Bandung 2020 bukan lomba. Namun untuk mengikuti  jelajah ini, setiap peserta harus menyelesaikan dan sampai di garis finish dalam waktu yang ditentukan panitia. Untuk seluruh perjalanan, kecepatan maksimum yang ditentukan adalah 25 kilometer per jam.

  2. Setiap peserta akan mendapatkan dukungan logistik berupa makanan, minuman, buah dan makanan tambahan, dari penyelenggara Seli Challenge Cirebon-Bandung.

SEPEDA & PERALATAN

  1. Peserta hanya menggunakan jenis sepeda lipat.

  2. Peserta hanya diperkenankan mengikuti Seli Challenge Cirebon-Bandung dengan menggunakan tenaga manusia, tidak menggunakan motor atau mesin penggerak lain.

  3. Setiap peserta harus menyesuaikan diri dengan peraturan umum yang berlaku untuk berkendara di jalan raya.

Selama perjalanan setiap peserta harus melengkapi sepedanya dengan:

  1. Lampu depan dan lampu belakang yang independen, sesuai dengan peraturan berkendara di jalan raya.

  2. Reflektor merah untuk lampu belakang sesuai dengan peraturan berkendara di jalan raya.

  3. Menempelkan stiker atau tanda untuk sepeda yang diberikan oleh panitia Seli Challenge Cirebon-Bandung.

  4. Setiap peserta harus memiliki suku cadang dan peralatan yang dibutuhkan untuk sepedanya sendiri guna menjamin kelancaran keikutsertaannya dalam Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020. Suku cadang tersebut dititipkan kepada teknisi di kendaraan teknisi yang akan mengikuti seluruh acara jelajah, atau dapat dibawa sendiri selama tidak mengganggu dan kenyaman bersepeda.

  5. Setiap peserta tidak diperkenankan membawa kendaraan pendukung sendiri di sepanjang rute atau etape penyelenggaraan Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020.

  6. Selama bersepeda peserta wajib menggunakan jersey yang diberikan penyelenggara  Seli Challenge 2020.

JALUR PERJALANAN

  1. Jalur perjalanan bersepeda yang harus ditempuh peserta ditentukan dalam rute dan/atau catatan yang ditentukan berdasarkan peta etape yang diterbitkan Seli Challenge 2020.

  2. Penyelenggara  bisa mengubah jalur dan rute, memperpendek atau memperpanjang jarak tempuh, sebelum atau selama jelajah sepeda berlangsung, jika dibutuhkan untuk alasan keamanan dan keselamatan atau situasi tertentu yang tidak memungkinkan menggunakan jalur yang ditetapkan.

  3. Peserta yang tidak mampu mengikuti rute yang ditentukan penyelenggara Seli Challenge Cirebon-Bandung 2020 akan dievakuasi.

KETENTUAN PERJALANAN

Semua rute dan jalur selama perjalanan Jelajah Sepeda Lipat Cirebon – Bandung  akan ditempuh oleh seluruh peserta secara bersama-sama, baik di titik start, titik regrouping, titik istirahat maupun titik finish dan/atau akhir perjalanan.

  1. Titik start adalah titik dimana semua peserta akan memulai rute jelajah. Titik start akan ditentukan oleh penyelenggara.

  2. Titik regrouping ditentukan setiap 30 kilometer atau di titik lain yang dianggap perlu oleh penyelenggara  untuk menjamin seluruh peserta bisa bersepeda  bersama.

  3. Titik istirahat ditentukan setiap 60 kilometer atau di titik lain yang dianggap perlu oleh penyelenggara. Di titik istirahat, seluruh peserta akan disediakan makan siang dan istirahat selama maksimal 45 menit.

  4. Setiap peserta dilarang keras bersepeda mendahului road captain yang akan selalu berada di barisan terdepan peserta.

  5. Peserta yang bersepeda di belakang tim penyapu akan dievakuasi.

  6. Peserta yang sudah didiskualifikasi jika mendapat rekomendasi dari tim medis yang disediakan penyelenggara.

PERILAKU DI PERJALANAN

  1. Peserta tidak boleh digantikan oleh orang lain, selama Seli Challenge.

  2. Setiap peserta harus bersepeda sendiri selama acara berlangsung.

  3. Peserta harus bersepeda secara santun, sportif dan tidak membahayakan peserta lain selama jelajah berlangsung.

  4. Peserta tidak diperkenankan melakukan perilaku tercela.

  5. Peserta diwajibkan mengikuti acara pembukaan dan penutupan serta acara lain yang digelar oleh penyelenggara Seli Challenge selama jelajah berlangsung. Peserta yang melakukan kelalaian ini tidak akan mendapatkan piagam/sertifikat dan medali dari penyelenggara.

DISKUALIFIKASI

  1. Penyelenggara Jelajah Seli Cirebon Bandung  bisa mediskualifikasi setiap peserta yang melakukan pelanggaran atas pedoman atau pelanggaran aturan hukum yang berlaku. Peserta bisa didiskualifikasi kapan saja, sebelum, selama atau setiap waktu selama acara jelajah berlangsung. Penyelenggara Jelajah Seli Cirebon Bandung  tidak lagi memberikan dukungan yang dibutuhkan terhadap peserta yang telah mendapat diskualifikasi.

  2. Peserta bisa didiskualifikasi, jika karena penyelenggara Jelajah SeLi Cirebon Bandung menilai perilaku atau cara bersepedanya telah membahayakan dirinya sendiri, peserta lain atau pengguna jalan lainnya.

KEHILANGAN & KLAIM

  1. Penyelenggara Seli Challeng Cirebon-Bandung 2020 tidak bertanggung jawab atas segala kehilangan harta benda peserta yang terjadi selama jelajah berlangsung.

  2. Penyelenggara Seli Challenge Cirebon-Bandung tidak bertanggung jawab atas segala klaim kerugian atau kerusakan yang dialami peserta untuk kerusakan harta benda yang terjadi sebelum, selama dan setelah kegiatan, baik yang diakibatkan  kelalaian peserta lain atau musibah yang mungkin terjadi.

KECELAKAAN & KEMATIAN

  1. Peserta Seli Challenge akan dilindungi oleh asuransi sebesar nilai pertanggungannya. Segala hal yang tidak tercakup dalam perlindungan asuransi tersebut menjadi tanggungjawab peserta sendiri.

  2. Peserta Seli Challenge yang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian, baik yang diakibatkan oleh kelalaian peserta, atau musibah yang mungkin terjadi selama jelajah berlangsung, bukan tanggung jawab penyelenggara acara ini.

DOKUMENTASI

Segala dokumentasi, baik foto maupun rekaman video yang dilakukan penyelenggara Seli Challenge Cirebon-Bandung  terhadap seluruh peserta selama persiapan maupun jelajah berlangsung bisa digunakan oleh penyelenggara tanpa kewajiban membayar kompensasi, untuk kebutuhan publikasi seluruh media maupun kebutuhan promosi dan pemasaran program.

DAFTAR DI SINI

SEPUTAR CIREBON & BANDUNG

Pada abad 15-16 Cirebon adalah nama sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat yang merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran. Lokasinya di pantai utara Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah, membuatnya menjadi pelabuhan dan “jembatan” antara kebudayaan Sunda dengan Jawa, sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas, yaitu kebudayaan Cirebon.

Dalam naskah Babad Tanah Sunda maupun naskah Carita Purwaka Caruban Nagari disebutkan bahwa Cirebon awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lalu berkembang menjadi kota yang ramai diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran), karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang selama berabad-abad..

Sementara Bandung adalah nama kota yang relatif lebih muda, dibentuk pemerintah Hindia Belanda untuk melengkapi Jalan Raya Pos yang dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Deandels. Bandung diibentuk sebagai kota pada 25 september 1810, tiga abad setelah kehadiran Cirebon..Itu sebabnya jejak-jejak sejarah di Bandung tidak berisikan tentang kekuasaan kerajaan atau kesultanan, tapi sejarah penjajahan dan perjuangan meraih kemerdekaan.. Bandung adalah kota yang sarat dengan bangunan peninggalan Belanda. Bandung adalah juga satu kota dengan banyak julukan. Bandung dijuluki Paris van Java karena sejak zaman penjajahan dulu di jalan Braga terdapat banyak toko yang menjual produk dari Paris, terutama pakaian. Toko yang terkenal diantaranya adalah toko mode dan pakaian, Modemagazinj ‘au bon Marche’ yang menjual gaun wanita mode Paris atau restoran perancis Paris Maison Bogerijen.

Bandung juga dijuluki Kota Kembang karena banyaknya noni-noni Indo yang cantik berkeliaran saat pengurus asosiasi pengusaha perkebunan gula Bestuur van de Vereninging van Suikerplanters menggelar kongres pertamanya pada tahun 1896.

Sebutan Bandung Lautan Api muncul pada Maret 1946, ketika 200.000 penduduk membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Bandung sengaja dibakar rakyat bersama Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan maksud agar tentara Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi.

Cirebon dan Bandung, dua kota penting dan bersejarah di Jawa Barat inilah yang akan menjadi titik start dan finish dari Jelakah Sepeda Lipat Cirebon Bandung atau Seli Ce-Ban yang bakal digelar 22 Februari 2020.

Menempuh jarak sekitar 125 kilometer, jelajah Seli Ce-Ban akan berangkat dari Kota Cirebon, melewati Palimanan (Kab. Cirebon), Jatiwangi (Kab. Majalengka), Kabupaten
Sumedang, Kota Sumedang, Cadas  Pangeran, Jatinangor, Kabupaten  Bandung Barat, dan berakhir di Kota Bandung.

Sebagian dari rute ini adalah jalan yang merupakan bagian dari Jalan Pos Anyer Panarukan yang dibangun oleh Deandels sekitar 210 tahun lalu

Dari jarak sejauh 125 km tersebut, untuk 64 kilometer pertama jalan yang ditempuh relatif datar.. Hitung hitung pemanasan. Tanjakan yang lumayan megguras keringat cuma akan terasa di kilometer ke 25 hingga 40..

Tantangan untuk para goweser baru akan terasa selepaa makan siang yang rencananya digelar di kilometer 64 selepas kota Kadipaten. Tanjakan yang tak habis2 akan terasa di kilometer 73 sepanjang sekitar 30 kilometer sampai kilometer 104 yang akab mrnjadi akhir tanjakan di dekat Patung Pangeran Kornel. Untuk yang suka tantangan, bonus tanjakan masih akan terasa lagi menjelang Jatnangor.

Secara keselurhan rute Cirebon Bandung ini cukup menantang. Latihan rutin melahap tanjakan dengan sepeda lupat tentu saja menjadi hal yang sangat disarankan untuk mengikuti jelajah kali ini. Bukan Jelajah namanya kalau rutenya kurang menantang bukan?

BERITA TERKAIT

19 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

TERPOPULER