Setelah Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Penulis saat mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua di Hall Basket Senayan, Rabu (17/3/2021). Foto: dokumen pribadi

Oleh: JANNES EUDES WAWA

Sudah lebih dari seminggu saya mendapatkan suntikan dosis kedua vaksinasi virus corona 19. Kondisi saya tetap sehat. Gangguan sebagai dampak dari vaksinasi seperti yang dikhawatirkan sejumlah orang ternyata sama sekali tidak dirasakan. Saya justru lebih percaya diri menghadapi tantangan masa depan, sebab tubuh ini seperti sudah terlindungi.

Vaksinasi dosis kedua covid-19 dilakukan pada Rabu, 17 Maret 2021 di Hall Basket Senayan. Ini kelanjutan dari vaksinasi dosis pertama pada 27 Februari 2021 di lokasi yang sama. Saya mendapatkan kesempatan ini melalui jalur sebagai pekerja media.

Wartawan setiap hari berada di lapangan untuk mencari, mengumpulkan, menggali, dan mendalami informasi, lalu menyebarkan melalui berbagai jenis media yang digeluti. Proses itu menuntut wartawan harus bertemu dengan banyak orang agar informasi yang disajikan aktual, akurat, dan lengkap. Itu sebabnya, aktivitas tersebut dinilai sangat rentan terpapar wabah covid-19 sehingga perlu diberi prioritas dalam vaksinasi.

Atas inisiatif Dewan Pers yang didukung Kementerian Komunikasi dan Informasi, serta Kementerian Kesehatan digelar vaksinasi covid-19 untuk pekerja media. Di Jakarta, kegiatan ini dipusatkan di Hall Basket Senayan.

Dosis kedua

Rabu (17/3/2021) sekitar pukul 07.30 WIB, Hall Basket Senayan sudah dipadati para pekerja media di wilayah Jakarta dan sekitarnya.  Mereka sengaja datang lebih cepat 30 menit agar terhindar dari kerumunan dan atrian panjang saat proses vaksinasi dosis kedua virus corona 19. Ada rasa bahagia yang luar biasa dari wajah mereka, sebab dua minggu setelah dosis pamungkas ini disuntikan imunitas tubuh menjadi lebih optimal.

Sekitar pukul 11.10 WIB, saya pun masuk arena vaksinasi. Saya sengaja memilih waktu agak siang agar terhindar dari antrian panjang. Pilihan waktu saya ternyata benar. Siang itu agak longgar.

Begitu tiba di pintu masuk, petugas langsung meminta diperlihatkan surat bukti vaksinasi dosis pertama pada 27 Februari 2021. Setelah itu, melakukan scan barcode yang terpasang pada pintu masuk tenda. Peserta diminta mengisi nama dan nomor induk kependudukan (NIK), lalu petugas memberikan selembar kertas yang berisi pertanyaan terkait penyakit yang dialami dalam beberapa waktu terakhir. Seperti, diabetes, darah tinggi, kanker, dan covid-19.

Selepas itu, menuju loket berikutnya untuk pendaftaran, dan mendapatkan nomor antrian. Berlanjut ke meja lain untuk pengecekan sertifikat vaksinasi dosis pertama, dan berjalan lagi ke area vaksinasi yang terletak di dalam Hall Basket.

Di area vaksinasi tersusun banyak meja. Mula-mula peserta dipersilakan menuju meja pemeriksaan tekanan darah. Hanya yang bertekanan darah normal dibolehkan menuju ke meja penyuntikan vaksin dosis dua.

Ada beberapa peserta nyaris gagal ikut vaksinasi karena tekanan darahnya mencapai 150-90. Setelah diukur sekali lagi, hasilnya normal sehingga diizinkan  mengikuti vaksinasi. “Mungkin dia stres atau semalam kurang tidur sehingga berpengaruh pada tekanan darah,” ujar salah seorang petugas.

Di meja vaksinasi telah ada petugas yang menyambut dengan ramah. Usai mengingatkan untuk bersiap divaksinasi, dia langsung mengambil satu botol vaksin covid-19, kemudian memasukkan jarum ke dalam botol itu, dan menyedot cairan yang ada.

Lengan kiri saya pun dipegangnya, dibasahi cairan dengan kapas, dan dalam sekejab langsung disuntikan vaksin covid-19 Sinovac.  Sama sekali tidak terasa sakit. Malah, saya sempat melakukan selfi saat disuntik.

Situasi di Hall Basket Senayan saat vaksinasi covid-19 untuk pekerja media di DKI Jakarta, Rabu (17/3/2021). Foto: Jannes Eudes Wawa

Hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit mulai dari pintu masuk hingga vaksinasi. Setelah divaksinasi, kami menuju meja petugas observasi, dan diberikan selembar stiker untuk ditempelkan pada dada peserta. Stiker itu bertuliskan waktu selesai observasi, dan kode meja yang perlu didatangi untuk pelaporan.

Masa observasi selama 30 menit. Setiap orang yang sudah divaksinasi diminta duduk pada tangga Hall Basket selama masa observasi. Selepas itu, menemui lagi petugas pada meja yang telah ditentukan. Bagi yang merasakan ada kelainan diwajibkan menyampaikan detail kepada petugas. Proses vaksinasi pun berakhir.

Perlu diingat, setelah vaksinasi tidak otomatis membentuk antibodi dalam tubuh. “Kita tidak tahu apakah vaksinasi sudah terbentuk kekebalan atau tidak, dan seberapa besar kekebalan yang ditimbulkan. Jika tidak dengan protokol kesehatan, maka potensi penyebaran masih terjadi pada situasi yang belum diketahui kekebalan yang terbentuk pascavaksinasi,” jelas pakar epidemiologi Universitas Airlangga Laura Navika Yamani, (kontan.co.id 18 Januari 2021).

Itu sebabnya, bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi wajib menaati protokol kesehatan covid-19: menjaga jarak, menggunakan masker, selalu mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumuman dan membatasi mobilitas. Protokol kesehatan merupakan penguatan terhadap program vaksinasi.

Merasa terlindungi

Meski kekebalan tubuh baru optimal pada 14 hari setelah vaksinasi dosis dua, tetapi secara pikis mulai tumbuh rasa percaya diri. Saya meyakini tubuh ini mulai terlindungi dari kemungkinan serangan wabah yang mematikan tersebut.

Sebenarnya sistem kekebalan tubuh suatu penyakit bisa terbentuk secara alamiah saat seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebabnya. Akan tetapi, infeksi covid-19 memiliki risiko kematian dan daya menular yang tinggi sehingga diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan tubuh, yakni vaksinasi.

Namun, negara dengan penderita terbesar di dunia, seperti Amerika Serikat, menurut Dominicus Husada, dokter anak dan juga Kepala Divisi Penyakit Infeksi dan Tropik Anak, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Univesitas Airlangga, Surabaya, juga berharap mendapatkan antibodi pada penduduknya dalam jumlah besar. Mereka lebih mengandalkan vaksinasi yang jelas lebih efektif dan bermanfaat, dan mampu membangkitkan kekebalan kelompok.

Registrasi Jelajah Bali Bike 2021

Sudah hampir 90 juta dosis digunakan di Amerika Serikat, mayoritas adalah vaksin berbasis mRNA yang lebih ”kuat” dibandingkan vaksin berbasis vektor virus, protein, maupun virus mati. Target Amerika Serikat adalah dua juta vaksin per hari, (Kompas 18 Maret 2021).

Seseorang yang telah mendapat vaksinasi covid-19 dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang sangat berisiko, seperti lanjut usia (lansia), atau bayi. Alasannya, orang yang sudah divaksinasi sangat kecil untuk menularkan virus itu.

Di Indonesia, hingga Minggu (21/3/2021), jumlah warga yang disuntik vaksin covid-19 dosis pertama sebanyak 5.533.379 orang. Sementara yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua mencapai 2.301.978 orang. Total target vaksinasi 181.554.465 orang.

Sedikitnya 70 persen penduduk dalam suatu negara perlu divaksinasi sebagai upaya mewujudkan kekebalan kelompok. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki kekebalan tubuh yang baik untuk melawan wabah covid-19, kegiatan ekonomi, sosial dan lainnya bisa kembali berjalan seperti sediakala.

Jannes Eudes Wawa
Wartawan, Pegiat Touring Sepeda

Baca juga:

“Virus” Sepeda Di Tengah Virus Covid-19

 

BERITA TERKAIT

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

TERPOPULER