Wabah Covid-19 telah menghentikan semua jenis event. Salah satu di antaranya touring sepeda di Manado yang semula direncanakan pada 4-5 Juli 2020, lalu ditunda lagi menjadi 30-31 Oktober 2020 juga batal digelar.

Setelah sempat tertunda sekali, panitia penyelenggara akhirnya memutuskan touring sepeda di Kota Manado dan sekitarnya tahun 2020 yang direncanakan pada 30-31 Oktober 2020 juga dibatalkan. Pembatalan itu terpaksa dilakukan karena wabah virus corona di wilayah tersebut hingga kini belum juga mereda. Selain itu, pada Oktober mulai masa kampanye pemilihan kepala daerah sehingga energi penyelenggara terkonsentrasi pada hajatan demokrasi tersebut.

“Melihat kondisi yang tengah dan akan terjadi di Sulawesi Utara dalam beberapa bulan ke depan, terutama hingga akhir Oktober dimana Covid-19 yang kemungkinan belum normal juga. Itu sebabnya, dengan pertimbangan kemanusiaan, segala biaya dan anggaran untuk kegiatan sepeda dialihkan untuk penanganan korban Covid-19. Maka  kami dengan berat hati terpaksa membatalkan acara touring sepeda yang ingin dilakukan pada 30-31 Oktober 2020. Kami memohon maaf kepada para pesepeda yang sudah menyiapkan tiket pesawat dan lainnya,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara Irjen Royke Lumowa melalui telepon seluler dari Manado, Senin (22/6/2020).

Pertimbangan lain, lanjut mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, itu yakni, pada Oktober 2020 sudah masuk masa kampanye pemilihan kepala daerah, termasuk gubernur dan wakil gubernur Sulut. Selama masa kampanye, seluruh jajaran Polri di Sulut dikerahkan untuk menjaga dan mengamankan kegiatan tersebut.

Touring sepeda ini digelar atas kerjasama Polda Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, dan sejumlah pihak lainnya. Semula acara tersebut direncanakan pada 4-5 Juli 2020. Tetapi karena merebaknya wabah Covid-19, maka pada pertengahan April 2020 lalu, panitia memutuskan untuk menunda pelaksanaannya menjadi 30-31 Oktober 2020 yang akhirnya batal juga.

“Penyelenggara mengupayakan kegiatan ini akan digelar pada Juli 2021. Situasi saat itu bakal sudah membaik, sehingga panitia akan menyiapkan acaranya lebih semarak dan meriah,” tambah Royke.

Touring sepeda ini rencananya diikuti sekitar 500 pesepeda. Sekitar 100 orang dari Sulwesi Utara, dan selebihnya berasal dari Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, Papua Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, Singapura dan Malaysia. Sebagian besar peserta sudah mengantongi tiket pesawat menuju ke dan kembali dari Manado.

Baca juga:

Sepeda Dapatkan Momentum

Acara gowes dua hari itu direncanakan dari Kota Manado ke Kotamobagu pergi pulang melalui jalur yang berbeda. Hari pertama menempuh jarak sekitar 183 kilometer, dan hari kedua kurang lebih 159 kilometer.

Johnwan Usman, salah satu peserta dari Jakarta menilai langkah yang dilakukan panitia dan penyelenggara sudah tepat dan bijaksana. “Sesuai protokol kesehatan kita diwajibkan  jaga jarak dan hindari kerumuman. Yang paling berisiko adalah menghadapi orang tanpa gejala. Makanya, pembatalan event itu merupakan pilihan yang tepat. Ini demi kebaikan kita semua,” ujar Johwan yang juga seorang dokter spesialis pada salah satu rumah sakit swasta di Jakarta. (JAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here